Keni'matan yang sangat luar biasa ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam musibah yang datangnya dari ALLOHU SWT,,selain kita harus bersikap shobar dan tawakal dan disertai dengan keikhlasan hati dalam menjalani hidup,,kita sebagai manusia sekaligus hamba ALLOH yang penuh dengan dosa hanya bisa mengucap kata syukur kepada sang maha gofur biqauli "Alhamdulillaahirobbil 'alamiin"
Tak lupa pula sholawat dan salam semoga tetap tercurah dan terlimpah dan ALLOH sampaikan kepada manusia yang paling mulia di sisi-Nya ya'ne kangjeng nabi Muhammad Shollallohu 'alayhi wasallam,,dengan ucapan ALLOHUMMA sholli 'alaa sayyidinaa muhammad
Pembaca Baitussalammedia yang sama - sama mengarapkan ridho ALLOHU SWT...
Dalam Al Qur-an, banyak ayat yang berisi seruan khusus kepada orang yang beriman, karenanya menjadi amat penting untuk kita perhatikan. ALLOHU SWT berfirman dalam QS. Albaqoroh ayat yang ke 172 yang berbunyi kurang lebih seperti demikian kalau salah tolong di betulin ya sob ?
"YAA AYYUHAL LADZINA AAMANUU KULUU MINTHOYYIBAATI MAA ROJAQNAA KUM WASYKURUU LILLAAHI INKUNKTUM IYYAAHU TA'BUDUUNA "
ma'af sob tajwid nya kurang kena kalo pake tulisan latin ana kurang begitu faham soalnya fasilitas dalam komputernya tak bisa tulis arab,,jadi bacaan ikhfa di baca idlhar,tapi ana tambahin kata IN ( idlhar ) jadi INK di tambah hurup K,,anggap saja hurup K itu mewakili ikhfa ya hehee biar tak salah baca nantinya,,so kalo pake hurup G jadi ING kurang kena ikhfa nya,,karena cara membacanya adalah samar atau sengau alias di tarik kehidung dan tenggorokan lebih jelas nya ke hidung bukan dan ke tenggorokan pun bukan alias di elak elakan kalo bahasa sundanya mah, emm jadi bahas tajwid pula,,back to post,,,,
Artinya wallohu 'alam bisshowab " Wahai orang - orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada ALLOH, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Berdasarkan ayat di atas, ada dua seruan ALLOH SWT, untuk orang yang beriman, yaitu sebagai berikut :
1. MAKAN YANG BAIK
Makan merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Namun, kita tidak dibenarkan memakan sesuatu tampa mempertimbangkan aspek hukumnya. Itu sebabnya ALLOHU SWT, menekankan kepada kita untuk makan yang halal dan thoyyib (baik) rezeki yang thoyyib menurut Ash-Shabuni dalam tafsir Ahkamnya adalah rezeki yang halal, maka setiap yang dihalalkan ALLOH adalah rezeki yang baik dan setiap yang di haramkan ALLOH adalah rezeki yang buruk.
Makan yang halal dan thoyyib memiliki dua maksud adlah :
=> Pertama, memakan makanan yang secara hukum memang telah dihalalkan seperti memakan daging sapi, kambing, kerbau, ayam, dsb,
=> Kedua, memakan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal, ini artinya meskipun pada dasarnya jenis yang dimakan itu dihalalkan, dia bisa menjadi haram manakala memperolehnya dengan cara yang tidak halal.
Dengan demikian, mencari rezeki di dalam islam tidak dibolehkan dengan menghalalkan segala cara, apalagi sampai menggunakan jalur hukum untuk menghalalkan sesuatu yang tidak halal. ALLOHU SWT berfirman : " Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahuinya" (QS. Al Baqoroh ayat 188 )
2. BERSYUKUR
Bersyukur bukanlah hanya sekedar mengucapkan kata terima kasih atau alhamdulillah kepada ALLOHU SWT, akan tetapi memanfa'atkan keni'matan itu untuk mengabdi kepada-Nya sehinggakan keni'matan akan terus bertambah, baik dari segi jumlah maupun rasa dalam arti betapa terasa banyak keni'matan itu meskipun sebenarnya sedikit. ALLOHU SWT berfirman "
Dan (ingatlah) ketika tuhanmu memaklumkan,'sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (ni'mat) kepadamu, akan tetapi jika kamu mengingkari (ni'mat -Ku) maka pasti adzab-Ku sangat berat,"
Karena bersyukur kepada ALLOH SWT, dalam kapasitas sebagai mu'min dan mu'minat merupakan sesuatu yang sangat penting, maka syaithon terus berupaya semaksimal mungkin agar manusia tidak bersyukur kepada ALLOHU SWT. Tekad syaithon untuk membentuk manusia yang tidak bersyukur di kisahkan oleh ALLOH dalam Al Qur-an surat Al Araaf ayat ke 17,,yang berbunyi:
" Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari arah kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur"
Mari kita sama - sama mohon ampun kepada ALLOH mudah - mudahan segala 'amal - amalan kita di terima di sisi-Nya,, dan mari kita paksa diri kita untuk selalu taqorrub kepada ALLOH jangan sampai kita lalai dengan apa yang telah ALLOH bebankan kepada kita,,wabil khusus mari kita jaga nafsu kita dari perkara yang akan merusak 'amal - amalan kita sehinggakan kita terseret kedalam lembah hitam,,nauzu billah
***********************
Oleh: Muhammad Enden Nurjaman;
Mudah - mudahan bermanfa'at
Artikel terdapat pengurangan dan penambahan oleh Admin, disesuaikan dengan baitussalammedia
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !